Belakangan ini, tren “detox ketiak” mulai ramai dibahas di media sosial. Banyak orang percaya bahwa berhenti memakai deodorant atau antiperspirant bisa membantu tubuh mengeluarkan racun dan membuat ketiak menjadi lebih sehat.
Namun, benarkah ketiak memang perlu “detox”?
Sebelum ikut tren ini, penting memahami bagaimana sebenarnya cara kerja keringat, deodorant, dan antiperspirant pada tubuh.
Istilah “detox ketiak” biasanya merujuk pada kebiasaan berhenti memakai deodorant atau antiperspirant selama beberapa waktu.
Sebagian orang percaya bahwa langkah ini bisa:
Mengeluarkan racun dari tubuh
Mengurangi bau badan secara alami
Membuat tubuh “beradaptasi” tanpa deodorant
Menyehatkan kulit ketiak
Bahkan, ada juga yang melakukan masker ketiak menggunakan clay atau bahan alami sebagai bagian dari proses detox.
Secara medis, tubuh sebenarnya memiliki organ utama untuk proses detoksifikasi, yaitu:
Hati
Ginjal
Sistem pencernaan
Keringat sendiri berfungsi membantu mengatur suhu tubuh, bukan sebagai jalur utama pembuangan racun.
Artinya, berhenti memakai deodorant atau antiperspirant bukan berarti tubuh otomatis menjadi lebih “bersih”.
Banyak orang merasa bau badan menjadi lebih kuat setelah berhenti memakai deodorant atau antiperspirant.
Hal ini biasanya terjadi karena:
Produksi keringat kembali normal
Bakteri di area ketiak berkembang lebih banyak
Tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan rutinitas
Kondisi ini sering dianggap sebagai “proses detox”, padahal sebenarnya lebih berkaitan dengan perubahan keseimbangan bakteri dan kelembapan pada kulit.
Sampai saat ini, antiperspirant yang telah lolos pengujian dan digunakan sesuai aturan umumnya aman digunakan.
Yang terpenting adalah memilih produk dengan formula yang tidak hanya efektif membantu mengurangi keringat, tetapi juga tetap menjaga kesehatan kulit ketiak.
Karena pada beberapa orang, penggunaan produk yang terlalu keras dapat menyebabkan:
Kulit iritasi
Skin barrier terganggu
Ketiak terasa kering atau perih
Kulit tampak lebih gelap
Saat memilih antiperspirant, penting memperhatikan kandungan di dalamnya. Idealnya, produk tidak hanya membantu mengurangi keringat dan bau badan, tetapi juga tetap nyaman untuk kulit sensitif di area ketiak.
Salah satu yang bisa jadi pilihan adalah Ownskin Antiperspirant. Produk ini membantu mengurangi produksi keringat hingga 5–10 hari, sehingga area ketiak terasa lebih kering dan nyaman lebih lama. Tidak hanya fokus mengontrol keringat, Ownskin Antiperspirant juga dirancang tetap nyaman digunakan sehari-hari.
Ownskin Antiperspirant mengandung Derma Clera yang membantu merawat skin barrier kulit ketiak agar tetap sehat dan nyaman.
Kandungan ini cocok untuk membantu menjaga kondisi kulit, terutama bagi yang sering mengalami iritasi akibat bercukur atau gesekan.
Selain membantu mengurangi keringat, Ownskin Antiperspirant juga mengandung Cybright GP yang membantu menjaga tampilan kulit ketiak tampak lebih cerah dan merata.
Ownskin Antiperspirant telah dermatology tested dan diformulasikan di Korea untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman pada area ketiak.
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat bahwa berhenti memakai deodorant atau antiperspirant diperlukan untuk “detox” tubuh.
Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan area ketiak dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.
Jika kamu memiliki masalah keringat berlebih, penggunaan antiperspirant dengan formula yang tepat justru bisa membantu menjaga kenyamanan sehari-hari tanpa mengorbankan kesehatan kulit.